Sajak Untuk Kekasih


Nabi Muhammad dan Siti Khadijah melalui kasmaran dengan keikhlasan dan kesetiaan,
Romeo menyapa Juliet melalui sajak-sajak kasmaran,
Galih dan Ratna menikmati kasmaran di atas sepeda ontel,
Widyawati dan Sophan Sophian Kasmaran melalui seni,
Cinta dan Rangga menemukan kasmaran yang berawal dari benci,
BJ. Habiebe dan alm. Ibu Ainun melalui kasmaran dengan kejujuran.


Hey kekasih…
mereka memiliki cara sendiri untuk memperjuangkan apa yang mereka sebut cinta.

Kekasihku..
Aku bukan Juliet yang meneguk racun demi ‘keabadian’ cinta saat melihatmu terkapar tanpa nyawa,
Aku bukan ratna yang akan menatapmu malu-malu dari kejauhan,
Aku mungkin tak akan setegar Widyawati ketika kau berada jauh,
Aku juga tak sepandai Cinta dalam merangkai kata,
Aku tidak juga pandai berlaku lembut dan sepengertian alm. Ibu Ainun,
Dan yang paling penting, aku tak akan seikhlas Siti Khadijah saat dimadu.

kekasih…
izinkan aku mencintaimu dengan caraku.
tak sempurna, dan tak akan pernah sempurna..

Kekasihku…
izinkan aku berada di sisimu baik suka maupun duka.
Berbagi mimpi, berbagi kisah..

Kekasihku…
Aku dan kamu mungkin mencintai dengan cara yang berbeda,
Rasakan kasmaran dengan aroma yang tak serupa,
tapi izinkanlah kasmaran ini berlaku untuk lebersamaan atas nama ‘kita’..

0 komentar:

Posting Komentar